Termehek-mehek versi Cool

annyeong hasimnikka! <-- *saking gemes nonton sinetron mulai sedikit-sedikit belajar bahasanya*

*maap lagi gila sama drama asia*

saya sedang tertarik sama yang unyu-unyu. mellow, romantis, penuh kasih sayang, bermain dengan cinta walaupun cinta dalam konsep yang universal. Awalnya sih banyak nonton film-film komedi romantis, lama-lama tertarik sama romance. Sejauh ini masih doyan sama romance *masih punya hati berarti* contohnya : Will It Snow On Christmas yang diperankan sama Go Soo dan Han Yeu Seul ( bisa di cek di sini)

terus apa kaitannya?

enggak kok gue gak mau bahas semua tontonan gue from A to Z, tapi gue mulai menemukan kesenangan untuk membaca romance lagi setelah sekian lama kesenangan itu terpaksa ditunda akibat tidak menemukan bacaan yang menurut gue keren untuk bisa dibela-belain baca disela-sela romusha (baca: kuliah di fasilkom).

*tampar diri sendiri karena lebay*

Dan sekarang ketemu lagi buku yang seru. Romance Indonesia sih, walaupun kata orang banyak yang kacangan, menurut gue kalo ini didefinisikan sebagai kacangan, maka gue pilih
kacang kecil yang harganya selangit, sampe-sampe mau makan aja dikit-dikit banget saking valuablenya.

nah ini bacaan gue terakhir *selain bom buku desain dan analisis algoritma gue*

ceritanya tentang apa ya? nih data dan sinopsis yang gue salin dari web penerbitnya yang paling oke sepanjang masa GagasMedia :




Judul: Eclair
Penulis: Prisca Primasari
Jumlah Halamanan: 236 hlm
Ukuran: 13 x 19 cm
Harga: Rp36.000
ISBN: 979-780-472-0
Price: Rp. 36.000
( Harga hanya berlaku di pulau Jawa )


Seandainya bisa, aku ingin terbang bersamamu dan burung-burung di atas sana. Aku ingin terus duduk bersamamu di bawah teduhnya pohon-berbagi eclair, ditemani matahari dan angin sepoi-sepoi. Aku ingin terus menggenggam jari-jemarimu, berbagi rasa dan hangat tubuh-selamanya.

Sayangnya, gravitasi menghalangiku. Putaran bumi menambah setiap detik di hari-hari kita. Seperti lilin yang terus terbakar, tanpa terasa waktu kita pun tidak tersisa banyak. Semua terasa terburu-buru. Perpisahan pun terasa semakin menakutkan.

Aku rebah di tanah. Memejamkan mata kuat-kuat karena air mata yang menderas. "Aku masih di sini," bisikmu, selirih angin sore. Tapi aku tak percaya. Bagaimana jika saat aku membuka mata nanti, kau benar-benar tiada?


Keren ya kata-kata sinopsisnya?

Iya novel ini emang menceritakan banyak banget hal, tentang rasa sakit akan kehilangan ,perasaan cinta dan kasih sayang,persahabatan,kekeluargaan dan banyak lagi. Seluruh cerita di novel ini sendiri sama seperti citarasa kue Eclair, ada rasa pahit seperti lapisan coklat diatas eclair dan juga rasa manis seperti krim yang meleleh ketika kita mengigit kue eclair.

huff *mendadak mellow*
*apa sih*

ini cerita berbicara tentang hidup Stepanych, Kay , Lhiver , Sergei dan Katya , Lima orang koki yang melahirkan Eclair kehidupan mereka masing-masing. Ada yang memilih Eclair pahit , manis, asam dalam menjalani kehidupan masing-masing. walau akhirnya, satu masterplan membuat mereka memilih untuk memasak Eclair pahit versi masing-masing.

iyalah, siapa juga yang bakalan hidup seperti sebelumnya kalau ternyata satu kejadian mampu mengobrakabrik hidup sahabat-sahabat lo? bayangin, cuma karena seorang Katya menerima sesuatu, Sergei-Stepanych-Kay-Lhiver harus menanggung akibatnya sebagai orang yang dituduh sebagai pembunuh oleh sahabatnya, memutuskan tali keluarga atau bahkan kehilangan anak sendiri.

Setelah kejadian ini, semua berbalik menuju mata angin yang berbeda,semua memilih untuk memutus benang persahabatan masing-masing dan menjalani Eclair pahit versi masing-masing. Eclair tidak selamanya pahit, ketika kita mengigit bagian dalamnya, krim manisnya akan meleleh ke mulut. Namun, apakah kelima sahabat ini bisa mengigit Eclair mereka masing-masing sampai ke bagian manis?

Pertama kali mendengar cerita ini, saya sebenarnya excited sendiri, saya merasa cerita ini bisa menjadi sangat kompleks atau sangat biasa sekali, tapi berhubung teman-teman di FRT merekomendasikan cerita ini, saya merasa seperti ada sesuatu di balik cerita ini yang membuatnya menarik. Bahkan saya sempat bercerita ke salah seorang teman diskusi saya,

"Eh ada loh kemaren katanya bagus novelnya. Ceritanya kaya dia mau mencari orang gitu kesana kesini ketemu orang ini ketemu orang itu.."

teman saya menjawab dengan santai :

"Kaya Termehek-mehek dong?"

saya diam. Iya juga ya? tapi lama-kelamaan saya berpikir. Orang Amerika bisa bikin cerita rakyatnya jadi keren banget. Tapi kalo dari segi ceritanya kita juga bisa bilang, "oh, Bawang merah bawang putih dong?" toh duaduanya sama-sama folktales walaupun kemasannya berbeda. My points is, iya ini termehek-mehek banget idenya, tapi kalo aja lo mau luangin pikiran lo untuk baca si karya yang satu ini, lo akan ngerti even termehek-mehek pun bisa dibuat jauh lebih cool. Contohnya : Novel Eclair.

Gue jatuh cinta banget sama bahasa yang ada di novel ini. Somehow orang akan melihat ini terlalu sastrais, atau terlalu gombal atau mungkin terlalu lebay. Buat gue : emang gue akuin semuanya bener, tapi diluar semuanya itu, rangkaian kata-kata di novel ini sangat enak dan pas dengan apa yang diceritain. Emang lebay, tapi gue membaca sampai berkata : "gila keren abis"

gue sebenernya keabisan kata-kata untuk bercerita tentang novel ini. Gue cuma bisa bilang baca, dan lo akan ngerasain sendiri bagusnya novel ini ada di sebelah mana.

Yang pasti, setelah baca ini gue merasa kalau gue menjalani hidup seperti Eclair, ada pahit ada manis. Ketika ketemu sesuatu yang pahit, coba bite jauh lebih dalam, pasti ada manisnya :D

2 comments:

Aveline Agrippina said...

Sampeyan jadi beli buku ini, Bung?

Arland said...

jadi lin, tapi.....