#marmutmerahjambu err..

Berbicara soal musik, semua orang punya selera yang berbeda-beda. Bahkan kalau saudara sedarah pun. Gue dan kakak gue sama-sama suka musik, walau kita sama sekali menyukai genre yang sangat bertolak belakang. Sama seperti gue dan kakak gue, gue dan beberapa orang juga punya kesamaan dan perbedaan. Sama-sama suka membaca karyanya Raditya dika, tapi mungkin kita punya perbedaan pendapat tentang karya itu.

Ketika tahu Buku kelimanya raditya dika marmut merah jambu mengangkat suatu tema percintaan, mungkin beberapa orang berfikir bahwa buku ini akan jadi tidak menarik karena orang-orang seperti ini menyukai seorang raditya dika dari isi bukunya yang dianggap lucu. Atau orang tipe kedua dari kasta klasifikasi fans berat raditya dika menurut gue adalah orang yang mata hatinya tertutup karena untuk apapun yang raditya dika tulis pasti dianggap lucu dan keren bukunya. Typically orang yang ngefans sama orang-bukan karyanya.

Anyway gue masuk mana? Gak dimana-mana di dalam dua kasta itu.

Ketika buku ini dikabarkan keluar dengan cerita percintaan yang dianggap orang jauh lebih serius dibanding bukunya terdahulu, pikiran gue keinget sama salah satu postingan radith yang berjudul orang yang jatuh cinta diam-diam. Entah kenapa gue suka postingan itu, dan gue juga salah satu penggemar tulisannya orang yang satu ini kalo lagi bener. Well, ya, gue tadinya girang waktu ternyata si penulis satu ini mau ngeluarin buku yang berbeda dari kemaren-kemaren. Tadinya.. *ditendang

Reading this book, bikin gue cukupk mengernyitkan dahi. Is this him? beda banget sama yang biasanya ditulis dia, entah di blog ataupun buku-buku sebelumnya.

Membaca chapter pertama, judul chapter yang sama dengan yang pernah gue baca di blog, namun dengan isi yang berbeda. Entah kenapa, gue tetep suka dengan versi orang yang jatuh cinta diam-diam di versi ini. Bukan cerita komedi, yang ditulis dengan campuran unsur komedi dan ditutup dengan suatu pandangan atas cinta diam-diam itu sendiri. Ini salah satu part yang paling gue suka di buku ini.

Chapter dua , gue bisa bilang gue cuma suka banget paragraf terakhirnya. Selebihnya suka sih, cuma menurut gue entah apa, tapi ada yang kurang di chapter ini, rasanya agak flat cenderung drop unsur komedinya.

Masuk chapter 3, well this is it! *ala farah quinn chapter 3 ini adalah chapter yang membuat buku ini terlihat raditya dika seperti biasanya. Unsur fun dan lucu yang biasa dia bangun di buku-buku sebelumnya bisa ditemukan disini, cerita dia dan edgar yang seperti biasa penuh dengan celaan.

Chapter 4 dan 5, gue cukup membaca novel ini seperti layaknya novel dengan unsur percintaan yang biasanya banyak di toko buku. Dan di part inilah gue mulai merasa bosan dengan paragraf-paragraf terakhir penutup cerita di Marmut Merah Jambu.

Chapter 6-7-8 I do some laughing and hard thinking dan penuh kebosanan di part 7-8. mungkin chapter 7-8 buat gue cukup membosankan karena gue pernah baca ini di blognya, sesuatu yang menurut gue cukup..mengecewakan. *abis ini gue ditemukan dengan jidat bolong

Chapter 9 dan 10 adalah chapter yang berbeda secara tema , isi dan cara penulisan. But, menurut gue dua chapter ini adalah chapter yang paling the best di novel ini. Dua chapter yang penuh 'feel' untuk tiap temanya.

Chapter 11-12 gue idem sama chapter 4-5

dan chapter terakhir i'll go back to my opinion for 1st chapter.

Over-all gue punya beberapa pandangan mengenai pembaca buku ini when I see from the readers itself.
Pertama : orang yang emang udah ngefans gila sama raditya dika, sampe satu buku ini bakalan dibilang “bagus banget bang! Sukses! Aaaa gue mau minta tanda tangan lo dong! Mau foto bareng! Mau minta muka lo dong! *emang ada ya?”

kedua : Orang-orang yang : “ah kok serius banget sih” atau “ ah kurang lucu nih” atau “ah kok gak lucu sih, boring bacanya” orang-orang tipe ini adalah orang penggemar komedi dan pengen mati ketawa, makanya mereka selalu menunggu humor-humor yang memang mereka suka, dan kebetulan buku raditya dika sebelumnya dominan humornya.

Dan gue lagi-lagi bukan keduanya. Overall menurut gue, buku ini cukup bagus di mata gue, *walaupun ada beberapa hal yang bisa dihujat * gue suka beberapa pandangan-opini-dan curhatan di buku ini, walaupun itu gak lucu dan cenderung serius. Gue suka sketsanya dio disini *ganyambung dan gue harus jujur buku ke lima ini adalah buku yang gue cukup suka tapi bukan berarti paling suka. Biasanya gue membaca buku dari si penulis ini *apa susahnya si nulis namanya lan? Haha * gue merasa oke atau busuk-busuknya flat, dan disini gue merasakan ada beberapa yang merasa flat, oke sampai drop. Gue sedikit mengharap sih, dengan membaca tulisan raditya dika dengan tag lagi bener, dia bakalan membuat buku ini at least ada satu tulisan yang bener-bener terbaca lagi bener. In fact : no, agak kecewa sih walau cukup terbayar dengan beberapa cerita yang cukup seriusnya. Kalo bisa dibilang puas dengan buku ini, ya, gue puas dengan segala kematurity-an yang ada di buku ini, the way he serves his readers with all comedy and serious way. But melihat karyanya dia, gue merasa ini bukan sesuatu yang paling maksimal sekali yang pernah dia bikin. Gue yakin raditya dika bisa bikin suatu tulisan yang jauh lebih 'mapan' dari marmut merah jambu. I do believe.

Rate : 3/5.


hati-hati setelah membaca. Efek :

dan inilah absorbing state jadwal gue belakangan.

Belakangan jadwal hidup gue hectic. biasa, kerjaan mahasiswa yang ternyata uasnya maju satu minggu. Mau ga mau harus siap jadi kuda, dipaksa menuhin target kurikulum dan tugas dengan deadline yang amat sangat "ramah bagi mahasiswa" *sigh*

and now, i have something to do , something yang tentunya menjadi perhatian gue (dan gak cuma gue) belakangan. and it is :

compfest 2010


yup, kampus gue punya acara, mari sukseskan! semua informasi acara bisa didapet di twitter gue twitternya compfest2010 ataupun di tempat yang paling menyenangkan : di compfest2010.com

it's been a pleasure be part of it. ayo. we're gonna do publication a lot! friday april 30th 2010 from 20-22.00 (GMT+7.00) mari sukseskan rencana ini dengan ikut ngetweet apapun ttg compfest dengan menggunakan #compfest2010 ! akan banyak sekali partisipan orang-orang gila dengan kalimat iklan nan mencolok disana. ayoo bantu kita! an RT is everything.

*lebay * *ditimpuk*


cau!

compfest 2010

march = resolusi-- ;

maret 2010 , bulan penuh kepadetan.

dan gue ga akan ngomongin rapat muatannya.. *haiah berasa ujian fisika-kimia* gak penting ah,

ini Maret paling menyenangkan,
gue gak pernah sebelumnya bikin resolusi karena menurut gue resolusi gue tuh biasanya terlalu muluk banget sampai akhirnya menyambut tahun baru dengan
resolusi yang ga satupun terpenuhi. dan tahun ini gue cukup bodoh untuk melakukan pembuatan resolusi yang biasanya masuk tempat sampah doang di awal tahun.

well , ternyata, perkiraan gue salah. di bulan maret kemaren resolusi gue berkurang *joget-joget india*

#resolusi satu : Pengen bisa ngerasain part time di bidang yang emang gue sukain

and I got it man! panggilan wawancara gagas media buat first reader. Gue sempet bingung sih sebenernya, kerjaan part time apa yang bisa menggunakan ketajaman analisis dalam mengkritik *haiah bahasanya, sok jago*

dan gue dapet first reader. kerjaannya bacain buku, trus direview untuk layak terbit atau tidak.

waktu wawancara, gw sendiri ga yakin, karena waktu gw diinterview sebentar banget,really not sure, anggepan gue yaudah, ni orang udah ga qualified, ngapain ditanya-tanya lagi.

ternyata..

gue diterima, hahahahahaha, and officially my march and april will be full of unpublished book to review :)

sangat menyenangkan,bisa ngebaca banyak buku gratis (dan malah dibayar) apalagi ketemu orang-orang yang seruu :)

#resolusi dua : Pengen bisa ngeliat adrian martadinata manggung lagi langsung, dan bisa ngedenger Adrian Martadinata siaran di global radio lagi.

ini maruk sih, dua hal dalam satu resolusi, tapi dua-duanya kesampaian :)

gue denger kalo AM mau manggung di kampus UI, dan GUE DATENG DENGAN MENGORBANKAN KELAS KM *ditabok pak benny* dan yeah, gue akhirnya ketemu sama acie dan adri *lagi* beserta oman ihwan daaaan lain-lain.
sumpah, gue perjalanan pulang dari FE sampe malemnya gue masih senyum-senyum geje kegirangan.

dan yang adri siaran, pas tanggal 27 , Global punya program global VIP, mengundang artis-artis untuk siaran selama 2 jam di global radio. dan pas gue ujian jarkom itu, yg siaran adri-oman-ihwan. sumpah gue ga konsen jarkom.
walhasil gue buru-buru banget ngerjain, keluar cepet dan ke stasiun secepat mungkin untuk menuju global radio yang lagi ditinggal para global people itu.

deeeng, ya, saya masuk lagi ke global radio sambil dengerin adri siaran dan ngobrol-ngobrol sama AM barengan sama Armi-dan temennya. Ketemu lagi sama AManiacs selain acie yang selama ini ga pernah ketemu langsung :D

#Resolusi tiga : Siaran.

semenjak kelas satu sma dulu (flashback mode: on) gue memulai kebiasaan untuk mendengarkan radio, mulanya sih iseng gara-gara malem-malem gada kerjaan pas mati lampu,

ujung-ujungnya, malah nagih hahahaha

dari situ gue mulai berfikir : kayanya seru kali ya kalo emang kita berada di balik kotak bicara itu. bisa bicara didengerin banyak orang, padahal orang itu liat kita aja enggak.
apa yang gue liat disitu jadinya, seorang penyiar itu bisa jadi sahabat bagi para pendengarnya, suatu bentuk persahabatan-maya yang cukup tulus.
why? karena lo bisa menjadi sahabat 'maya' tanpa memandang dia siapa kondisi dia gimana dan lain sebagainya segala macam embel-embel kalo lo milih temen.

for me, it sounds cool. and it's been a pleasure if I can be part of them. orang-orang "cool" versi gue.

dan itu menjadi salah satu hal yang gue inginin bagian yang selalu hampir tersurat di tiap resolusi gue,

dan gue berjuang menuju ke arah sana *walau gak nyampe-nyampe*

Akibatnya, gue sering banget bolak-balik mantengin radio sana-radio sini sekedar mencari radio mana yang sesuai sama gue , radio mana yang bisa gue tarik ilmunya dari para penyiarnya
*terutama radio mana yang buka lowongan :p*

mulai mantengin prambors , trax , mustang , hardrock. cari tau aja siapa yang siaran , mulai dari orang-orang yang biasa nongol di tv , trus orang-orang yg sering ngemc.
mulai dengerin 9 to midnight requestnya bayu oktara , dengerin catetan malemnya yudha ,putusnya dagink desta , siarannya panda, molen , ryo , kemal , dw pascahaja , anggia ,sesa darto , dan lain sebagainya
dan banyak radio juga yg gue dengerin. mulai dari prambors , trax , mustang , hardrock , dan laiiin sebagainya. bahkan gue sempet dengerin women radio sama cosmopolitan.

ya, mungkin gue freak terhadap radio.

gue bahkan gamau ganti HP cuma karena ga ada radionya LOL , iya freak abis, geek. * sabodo amat deh gue doyan kok*

kalo kata Yan , kalo lo gak ganggu gue sebodo amat deh. nah, kalo bgini gue ga ganggu lo pada kan. deal!

sampe di suatu saat, gue ga sengaja ngescan salah satu radio. *iya masih ada radio scan-an waktu itu, sekarang kemana ya? :p*

lagunya enak-enak, yang siaran malem juga enak. gue dengerin sampe, scanannya ilang. walhasil balik lagi ke prambors :D

gue gak ketemu radio itu lagi, balik ke rutinitas radio -radio lama yang gue dengerin. sampe suatu saat temen gue pas lagi telpon-telponan geje (baca : abis dicurhatin via telepon) dia cerita
kalo dia tuh lagi suka lagu rindunya kerispatih. dan gue dengen gobloknya : "hah? apaan tuh? solois? apa merk sosis?" *ternyata pas udh denger lagunya gue sering denger lagu itu :O*

berhubung temen gue udah pasrah ngasih tau gue dia bilang, lo dengerin aja 88,4 diantara jam 6 sampe 9 , biasanya lagu itu pasti diputer.

and here we go, 88,4 global radio, waktu itu lagi program indolisten, 3 hours non stop with indonesian song, program yang bikin gue banyak tau lagu-lagu Indonesia dari yg lama sampai terupdate.

and it's almost uhm 3 years++? Gue gak bener-bener dengerin mereka dari awal banget, tapi gue masih sempet ngedengerin mereka saat perayaan 1 tahunnya mereka.

and i'm still with them . yey *norak mode : on*.

jaman-jamannya ditan masih siaran sore *gue inget banget dulu sering banget ikutan fitur proffessor of the daynya :D* , sampe sekarang jadi kafe sore.

Jaman-jaman masih Indolisten sampe Musikas sekarang *yang sayangnya jadi cuma sejam :P*

jaman-jaman global radio masih dengan kelas malam - Romeo on the radio - project love,intothenight,global dance sampe sekarang Into the night+global dance doang :)

jaman mereka baru mulai dan kemudian merayakan setahunannya, sampe sekarang udah jadi radio nomer 1 :)

and i'm still with them, masih suka dengerin walau ga serajin dulu. *bilang aja mulai ga dengerin lan* *dilempar batako*

ga kok, gue masih dengerin, berhubung dulu belajarnya males tapi masih bisa handle jadi ada banyak waktu untuk dengerin dari siaran paling pagi sampe siaran malemnya selesai. kalo sekarang mana bisaaaa -.-

dan selama itu juga gue ngerasain pengen banget bisa masuk studionya dan kemudian ikutan siaran. *dan ga dapet-dapet*

sampe akhirnya sabtu kemaren tanggal 20 maret gue bisa siaran.

emang global punya program untuk ngajak pendengarnya buat bisa nyoba siaran sama penyiar global (global people) selama 2x dalam 1 bulan tertentu.

dari dulu gue pengen ikutan, cuma ga pernah pas dapetnya. entah lagi sibuk ujian jadi takut mau nyoba. atau nyoba pas lagi rame , jadi ga dapet , atau bahkan persyaratannya lagi ribet *paling males bikin sample suara*

and that was so real. tgl 20 Maret 2010 for the first time gue bisa masuk dalem studionya global, dan siaran disana , sama yan pula. lengkap.

awalnya, gue sempet nanya-nanya sama produser program global Dips (nama program untuk siaran barengnya) , sekarang persyaratannya apa dan segala macem. tapi belom sempet ngirimin. apalagi waktu siarannya biasanya sabtu dan gue harus nuker naskah ke gagasmedia.
gue mengurungkan niat gue untuk coba mendaftar, at least sampe kontrak kerjasama di gagas selesai.

dan ditengah kontrak kerja gue dengan gagas, tiba-tiba gue di bbm sama si pak produser mr Sahil Mulachela. " Lan lo jadi dips sabtu ini yak? "

totally, gue diem. antara takut dan pengen joget-joget ditengah api unggun *enggak gue ga main bambu gila*. antara takut ga bisa bagi waktu di hari sabtu antara global-gagas .
kebon sirih-Montong siaran 11-12 dan gue udah harus di gagas jam 1. Dan kereta baru ada jam SATU. pinter.

ragu tapi mau,

and I said Yes! for the DIPS offer.

*entah setan apa yang bilang, tapi gue berpikir positif aja kalo gue bisa sampe di gagas waktu yang lain belom pulang*

briefing hari jumat siang, dan siaran besoknya.

and i'm totally nervous a lot, bisa siaran sama pangeran berkuda putih yang imut-imutnya juliana anita :p *ditabok jily* salah satu dari 3 orang yang gue pengen banget siaran bareng.

orang yang dulu gue dengerin, gue tungguin tiap malem. dan benar, hari itu dia siaran sama gue, wooohoooo, ini mah namanya nyelesaiin resolusi ++.

yep, salah satu resolusi yang gue buat adalah gue pengen bisa dengerin suara gue di radio, tahun ini cukup itu aja , ga muluk-muluk, mau di on-airin atau apa kek terserah. dan ternyata dapetnya siaran langsung di studio , sama Yan pula.

dan siaranlah kita, sabtu dengan bodohnya gue datang kirain masih lama gataunya udah jam 10. baru dateng langsung disuguhin hidangan bahwa : gue harus cari topik sendiri.

jedeeer, skak mat! gue lagi blank , nervous , dan disuruh cari topik. seriously gue gak bisa mikir. mau ngambil tema ujian, bakalan dipake dips yg besoknya (hai!). walhasil, gue searching dengan komputernya ilham :p

gue pun menuliskan satu buah kata : Geek *sumpah ga kepikiran lagi yg lain*

alesannya simple, soalnya kalo dikampus, geek terkesan kaya freak, padahal geek dan freak beda, makanya gue mikir untuk ambil tema itu aja,

dan siaran dimulai, we'll deliver geek by definition then we're gonna ask sahabat muda (sebutan pendengar global) are you geek? in what?

dan dengan mudahnya gue ngejawab, gue #math geek :D ga mungkin kan gue bilang gue programming geek, emang gue si wanita yang mengambil kelas programming dimana wanitanya hanya 2 berbanding sekian dan sudah jatuh cinta dengan programming semenjak smp karena VB :D *ditabok bibay*

siaran pertama, suruh perkenalan siapa gue, dan dengan gemetarnya suara gue , memperkenalkan diri dan, kampus gue yang bunder, yang kantinnya katanya kaya kandang :O

dan bersiaranlah gue disana , sambil haha hihi sama yan kalo pas lagi lagu, ngobrol-ngobrol, yah secara kan ya, walau udh tau yan, gue baru ketemu sama dia cuma uhm.. 2x ama pas siaran pertama, 1x cuma liat doang, gue liat dia kaga (nah yg ini kaga diitung), dan sekali pas ketemu di MGK kemayoran, nonton the master. itupun ga ngobrol banyak, banyakan cuma ym-sms-twitteran.

pengennya sih abis siaran masih bisa main-main disana, tapi apa daya, gagas menunggu gue, langsunglah gue ngejer bus buat balik ke depok. dan siaran pertama selesai dengan, cukup mengecewakan buat gue, karena gue goblok banget.

Siaran kedua, harusnya tanggal 10, berhubung plenonya gagas dipindah tanggal 10, gue minta siaran gue dipindah tanggal 3.

dan yak, sodara-sodara, tanggal 3 kemaren gue sudah menuntaskan siaran DIPS gue di global radio *membungkuk terimakasih buat yang sudah mendengarkan*

gue udah ga terlalu grogi kaya kemaren, walau groginya masih ada *maunya apa sih*, malah banyak bertukar cerita sama yan dan dengan jawaban-jawaban on-air yang spontan, ga kepikiran sama gue sebelum on-air.

dan temanya pas banget, "long weekend identik sama apa dan sesuatu yang baru yang lo coba di long weekend elo maunya apa?". Jawaban dalam hati gue : SIARAN! tapi pas on-air jawaban spontan gue bukan itu -____-

kali ini juga lebih banyak yg dengerin daripada waktu pertama, karena emang gue diem-diem aja sih waktu pertama :D

and it's been a lot of pleasure bisa siaran disana, bisa dapetin pengalaman baru, dan dapet temen baru. Selama ini orang menganggap siaran itu gampang, I disagree tapi belom pernah ngerasain. and after all, i know it's not easy. gue udah nyobain, dan ga mudah untuk bisa jadi seorang penyiar. *tapi tetep pengen bisa jadi penyiar / presenter*

and that was, my last march (and a lil bit april's first week) in 2010. Gila, maret udah ngurangin 3 resolusi gue. semoga yang lainnya bisa dikurangin lagi, AMIN!

Gimana dengan resolusi anda? *pertanyaan retorik*

o_O

* gue cuman ngambil foto-foto studionya global doang hahahaha

nyampah - update

yooo... apa kabar semuanya? looooooooooooooooong time no blogging (o nya sampe banyak saking lamanya gak blogging) maafkan gue yang tak pernah menyentuh blog ini lagi :p

jadi ceritanya sekarang gue lagi nunggu kelas,dan hari ini gue kuliah 8 ke 9 dan BOLONG sampe jam 1, perfect emang, masuk pagi dengan muka bantal dan rambut acak-acakan plus keringet diseluruh badan (efek lari-lari ngejer kelas yang nyariiiiis telat) dan kemudian harus nunggu sampe jam 1, asik abis *ngiris urat nadi*

tapi , ada efeknya juga sih, jadi iseng-iseng maen internet (disangka congklak apah?) dan nyasar ke blog orang, kocak, jadi semangat buat ngisi blog lagi. pertanyaannya, gue harus isi apa? *ditabok*

my activity? nooo its a big no since i knew there's someone sucks outside viewing my blog.

funny things? gue bukan komeng.

petuah hidup? kaya gue orang bener aja.

so... what's gonna be my written text here?

i don't know. *mikir dulu yaak, iseng update blog doang*

its just an opinion. not more.

Long time no blogging! Bangun bangun bangun! Hi readers, lama gak ngeblogging , soalnya otak gue diracuni Twitter dan Plurk . Sampai akhirnya ada Fans gue *ditabok Dian* yang ngingetin untuk nulis lagi.
OK, what i’m gonna write now?
Before it let me give my condolence , my pray , and also my best luck and wishes for people in west Sumatra. And this things also gonna be my written memory now.
Timeline gue penuh sama gempa padang And My fans *ditabok dian lagi* said to me to make a written text about this seismic in west sumatra, especially for people who sat in our DPR/MPR. Ya ya ya.. gue juga gak mau menyalahkan banyak orang beberapa pihak tertentu atau apa. Let’s see about my investigation * kenapa terkesan kayak acara gosip ya?*
First thing , about my mother had said to me. Tepatnya waktu gue ngasih tau nyokap masalah waktu gempa dan isi Alqur’an (silahkan di cek sendiri) gue bisa menyimpulkan somethin’ dari apa yang nyokap gue bilang dan Al-qur’an katakan. Hmm.. mulainya dari mana ya... Newton’s 3rd law : Setiap gaya aksi punya reaksi yang besarnya sama namun arahnya berbeda. Hal ini yang gue percaya sebagai salah satu penyebab kenapa ada seusuatu di dunia. Disaat kita melakukan sesuatu pasti akan ada balasannya lagi. Sama seperti gempa padang ini, banyak yang bilang azab, musibah dan lain sebagainya. Gue sih lebih memandang ini sebagai sebuah hmm.. a memory to be written and to be evaluated. Nyokap gue bilang , ada kesamaan antara beberapa bencana ynag jadi highlight di Indonesia. Seinget gue , yang bener-bener jadi highlight banget tuh ada 4 : Tsunami Aceh , Lumpur Sidoarjo , Banjir besar di situgintung , trus trakhir pariaman dilanda gempa. Adakah yang bisa menyimpulkan persamaan keempat highlight itu?
Nyokap gue bilang , keempat wilayah itu sebenernya keempat wilayah yang termasuk kuat agamanya. Tapi dikasih sesuatu berupa bencana karena ada sesuatu dibaliknya, ada sesuatu yang salah dan masih berlaku sampai sekarang. Entah kebejatan dibaliknya , entah budaya yang mendominasi dan lain sebagainya. Let’s see :
DI Aceh dari dulu orang udah pada tau as serambi mekah, bahkan hampir mau jadi negara sendiri saking kuat agamanya, tapi banyak juga informasi masuk kalo aceh sarangnya petani ganja. Gak jauh beda dengan padang dan budayanya yang ups sometimes bertentangan dengan agama. Dan gak jauh beda dengan Banten dan Jawa Timur. Hampir semuanya udah dapet peringatan –kalo itu mau dianggap begitu- tapi bisa jadi apa yang gue bilang juga bukan sebenarnya.
Ayat Al-qur’an waktu gempa Padang menceritakan bahwa banyak orang yang gak bersyukur di wilayah itu walau sudah diberi kenikmatan yang banyak, makanya kemudian negri itu dihancurkan. Hmm.. mungkin juga salah satu penyebabnya adalah para pemilik kekuasaan di wilayah itu. Hmm.. rasanya ironis kalo sebuah ‘negri’ dihancurkan karena pemimpinnya sendiri. Mau gimana lagi, motivasi awal menjadi petinggi udah karena harta , seumur hidup (kalo masih idup ya??) bakal hancur karena harta juga. Gue sendiri gak bisa ngebayangin orang gila mati karena harta, sungguh sangat hina di mata gue.
Gue pernah baca sebuah cerita , dimana settingnya tentang kerajaan dan dewa-dewa. Salah satu dewa yang jahat mengejar sang pangeran yang merupakan bibit calon penguasa dunia selanjutnya yang sangat tidak money-oriented apalagi kekuasaan kelimpahan-oriented. Dan pastinya bukan object-oriented *digebukin anak fasilkom*. Sang pangeran mampir ke suatu kerajaan dimana rajanya itu sangat gila harta terutama permata dan emas. Dan di ending chapternya, saking gilanya dengan permata dan emas, Sang Raja jadi gila sendiri ditengah harta-nya karena saking tidak mau hartanya disentuh oleh orang lain –yang bahkan anaknya sendiri- dan akhirnya tewas di tangan salah satu permatanya.
Lain cerita, seorang penguasa dengan 4 buah harta permatanya, juga mengalami kesialan dengan tewasnya seluruh wanita dirumahnya (istri dan 2 orang anaknya) yang berarti masih tersisa satu lagi yakni nyawanya. Dan akhirnya ia harus menukar nyawanya dengan harta , atau harta dengan nyawanya. Good point is, dia memilih menukar hartanya demi keselamatan hidupnya. Semua Hanya diawali karena harta sodara-sodara, pathetic
Gue juga denger kalau para petinggi yang udah minta gaji tinggi tapi Cuma ongkang-ongkang kaki terus ngangkang doang masih minta sebarek fasilitas yang menurut gue gak dalam kategori priority. Oke mobil boleh, tapi kenapa harus dengan kategori bal bla bla bla yang bikin harganya berbuntut 0 panjang. Bukankah mobil itu yang penting bisa jalan , dan dingin? Ingat itu duit rakyat yang dipakai!
No offense buat golonga pro petinggi, gue juga gamau banyak nyalahin satu pihak , soalnya ini semua musibah kita, bencana kita , dan yang harus nyelesainnya juga kita –walau sumber utamanya buka kita- tapi that’s my opinion*yang maap kalo a lil bit sarcastic* tapi gue rasa some Sarcasm advice buat mereka gapapalah , daripada kita dirugiin terus *tetep aja nyalahin orang*
So : buat para tikus berdasi , babi yang duduk di kursi emas , anjing yang tukang tandatangan dan ongkang-ongkang kaki. Percaya deh. Newton’s 3rd law menjamin adanya karma. Why you dont work as well as you can, toh kepercayaan rakyat , dan harta juga akan mengalir dengan sendirinya. Gue berjanji , suatu saat gue akan bales semuanya kalo sampe bener-bener gak ada yang bales *in my psikopat way*. Gue berdoa semoga final destination itu nyata buat hal-hal yang beginian.
Another case, denger-denger dari kabar burung hantu terbang melayang di malam hari pake baju putih *ini burung hantu atau kuntilanak coba* some pathetic *and also annoyed* happens. Some highlight from me :
1. Orang-orang sibuk menggalang dana untuk Padang , dan tentunya ada maksud lain dibaliknya. Uuuh yang beginian gak demen gue. Rasanya gue pengen makan sate manusia cepet-cepet.
2. Masalah media yang sibuk menayangkan dirinya sendiri as TV pertama yang sampai kesana. Ngapain juga bangga sampe sana kalo disana Cuma bisa gangguin orang kerja dan nanya-nanya pertanyaan bodoh yang sekiranya hanya mengganggu doang. I’m not proud of it. Gerah malah. Banyak juga yang ngerasain hal yang sama. I f you gonna be the first then what? Ini bukan masalah time limit excedeed *dilempar batako* tapi masalah sampe atau engga.
3. Some bad cases juga kejadian , kaya masalah penjarahan dan rasisme. Gue masih gak bisa mikir. Hey, dimana para orang-orang yang berteriak satu nusa satu bangsa kalo bangsa sendiri dihancurin dan masih aja ngerusak semua kesatuan bangsa ini. I’ve got nothing to say selain “ you’re jerk dan lo gak lebih dari sampah!” ini masalah dan musibah kita , kenapa juga harus dipisah-pisahkan. Orang semua meminta bantuan atas nama satu indonesia, udah dibantu kok malah jadi setengah indonesia. Hell ya! Bahkan semut aja bisa jauh lebih bersatu dari pada kalian. Pathetic banget orang kaya gini. Kepergian gue kemaren berkumpul dengan sodara-sodara gue menyadarkan gue : bahwa rasisme dengan para chinese is non sense. Keluarga gue separoh-separoh, dan mereka bisa banget buat bersatu tanpa mikirin rasisme, bahkan , om gue yang notabene orang kaya kelas atas masih juga mau turun ke keluarga-keluarga gue yang which is taulah namanya juga kampung. Selain itu, Mereka aja mau bantu kita , kenapa kita gak mau dan memisahkan golongan? Hey hey, kita minta bantuan mereka tapi kita menghina mereka. Orang apa bukan ya? Anjing aja bisa nurut sama majikannya.
Gue sedih dengan keadaan bangsa ini, bukan bermaksud berfikir wajar kalo bangsa ini di azab, dan bukan bermaksud menyalahkan siapa-siapa. Tapi hanya mau mencoba merefleksikan semua yang gue fikirkan , siapa tau bisa menjadi suatu evaluasi buat kita semua. Elo gak salah, mereka gak salah , gue gak salah , tapi kita semua salah, janganlah dibikin makin salah dengan semua hal yang gak penting dan gak berguna *contohnya tulisan ini* Cuma tolong sadarkan diri sendiri, beri sugesti masing-masing untuk satukan diri dengan alam kita, satukan diri dengan indonesia , dan masuklah jadi masyarakat indonesia seutuhnya . let’s help ours guys! Banyak media untuk membantu. Jangan sampai indonesia menangis lagi. Mari merekursifkan diri kita sampai titik terakhir untuk membantu bangsa ini ! Hidup Indonesia! Hidup rakyat Indonesia!



share sdikit bukti kepedulian salah satu musician :


http://www.youtube.com/watch?v=AH9ymnLtS4g


some links :


http://www.sripoku.com/view/18981/Warga-Mulai-Jarah-Bantuan


http://tempointeraktif.com/hg/nusa/2009/10/02/brk,20091002-200508,id.html